Warga dari Australia, Prancis, Jepang, Italia, Indonesia, Brasil dan Negara Lain Kini Bisa Kunjungi Filipina Tanpa Visa

Pemerintah Filipina resmi memperluas kebijakan bebas visa bagi wisatawan dari berbagai negara, termasuk Australia, Prancis, Jepang, Italia, Indonesia, dan Brasil. Dengan kebijakan baru ini, pemegang paspor dari negara-negara tersebut dapat memasuki Filipina tanpa visa untuk tujuan wisata atau bisnis, dengan masa tinggal hingga 30 hari. Langkah ini diambil untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan menjadikan Filipina sebagai destinasi unggulan di kawasan Asia.

Filipina dikenal luas karena keindahan alamnya yang memukau, mulai dari pantai berpasir putih hingga pulau-pulau tropis yang eksotis. Selain itu, keramahan penduduk lokal dan kekayaan budaya yang dimiliki menjadikan negara ini salah satu tempat yang paling menarik untuk dikunjungi di Asia Tenggara. Dengan dibukanya akses bebas visa ini, pemerintah berharap jumlah wisatawan mancanegara akan meningkat signifikan pada tahun 2025 dan seterusnya.

Menurut laporan dari Departemen Luar Negeri Filipina per April 2025, total ada 157 negara yang warganya kini diizinkan masuk ke Filipina tanpa visa untuk keperluan wisata maupun bisnis. Beberapa negara yang termasuk dalam daftar ini antara lain Australia, Brasil, Prancis, Yunani, Jepang, Indonesia, Israel, Italia, Kazakhstan, dan Kenya.

Menariknya, warga negara Brasil dan Israel bahkan menikmati keuntungan tambahan berupa masa tinggal bebas visa hingga 59 hari, berkat perjanjian bilateral yang telah disepakati antara pemerintah Filipina dan kedua negara tersebut. Sementara itu, pemegang paspor dari Wilayah Administratif Khusus Hong Kong dan Makau diberikan hak tinggal tanpa visa selama 14 hari. Untuk pemegang paspor Macau-Portugis dan Hong Kong-Britania, masa tinggal dibatasi hingga tujuh hari.

Sepanjang tahun 2024, Filipina mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah wisatawan mancanegara. Sepuluh negara penyumbang wisatawan terbanyak antara lain Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Australia, Kanada, Taiwan, Singapura, Inggris, dan Malaysia. Peningkatan kunjungan ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga memperkuat posisi Filipina sebagai salah satu destinasi wisata utama di Asia.

Prestasi Filipina di bidang pariwisata juga diakui secara internasional. Dalam ajang World Travel Awards tahun 2024, negara ini berhasil menyabet delapan penghargaan bergengsi, termasuk sebagai Asia’s Leading Dive Destination, Asia’s Leading Beach Destination, dan Asia’s Leading Island Destination. Penghargaan ini menjadi bukti pengakuan dunia terhadap keunggulan destinasi wisata Filipina.

Sebagai bagian dari upaya untuk memperkaya pengalaman wisatawan asing dan juga masyarakat lokal, Departemen Pariwisata Filipina (DOT) menjalin kerja sama strategis dengan Klook Philippines pada Januari lalu. Kolaborasi ini menghasilkan beragam paket wisata menarik, termasuk tur budaya, warisan, dan seni di berbagai wilayah seperti Ilocos, Palawan, Bicol, Calabarzon, dan Visayas Barat. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan keindahan alam Filipina ke khalayak yang lebih luas, sekaligus memperluas aksesibilitas bagi wisatawan domestik dan internasional.

Dengan kebijakan baru yang mempermudah akses masuk dan berbagai inisiatif promosi wisata yang terus dikembangkan, Filipina semakin menunjukkan kesiapannya menjadi destinasi global yang inklusif, ramah wisatawan, dan penuh pesona. Tahun 2025 diprediksi menjadi tahun penting dalam kebangkitan sektor pariwisata negara ini.